Maulidur Rasul dan Pandangan Tokoh Cendekiawan Bukan Islam Terhadap Muhammad bin Abdullah SAW


Assalamualaikum

Salam sejahtera kepada semua.

Pertubuhan Alumni Pemimpin Kanan Pelajar Menengah Trg (PEMIKIR) mengucapkan selamat menghayati Maulidur Rasul kepada seluruh umat Islam.PEMIKIR Trg sedang merasai bahang kehangatan dan kerinduan seluruh umat Islam terhadap Rasul junjungan kita,Muhammad bin Abdullah SAW.Semoga,kesungguhan kita mencintai Rasulullah SAW ini bukan hanya pada hari Maulidur Rasul sahaja,tetapi hendaklah berterusan sehingga nyawa kita berpisah dari badan. Sempena sambutan memperingati Maulid (kelahiran) Muhammad bin Abdullah SAW ini,PEMIKIR Trg ingin mengucapkan tahniah kepada seluruh umat Islam yang bersungguh-sungguh menzahirkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui syiar-syiar Islam seperti ceramah,forum, dan perarakan selawat.Walaubagaimanapun,syiar-syiar ini akan menjadi sia-sia jika kita hanya meraikannya sebagai adat dan hanya memenuhi tuntutan tradisi semata-mata.

Kami meyakini dan mengimani bahawa Muhammad bin Abdullah SAW adalah manusia yang paling sempurna.Baginda mempunyai budi pekerti yang sangat luhur.Ketokohannya bukan sahaja dikagumi oleh umat Islam.Bahkan,baginda juga menjadi inspirasi,contoh dan kajian tokoh-tokoh cendekiawan Barat dan agama yang lain.Berikut,kami senaraikan pandangan tokoh-tokoh bukan Islam terhadap Nabi Muhammad bin Abdullah SAW.

1) Mahatma Gandhi (Komen mengenai karakter Nabi Muhammad SAW di YOUNG INDIA ):

“Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia.Saya lebih dari yakin bahawa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, keberhati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.”

2) Sir George Bernard Shaw (The Genuine Islam,’ Vol. 1, No. 8, 1936.)

“Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggeris bahkan Eropah – beberapa ratus tahun dari sekarang, Islamlah agama tersebut.” Saya sentiasa menghormati agama Muhammad karena potensi yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan mengubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad sesosok peribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristian, dia harus dipanggil ’sang penyelamat kemanusiaan’ Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia moden ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang diperlukan dunia:

Ramalanku, keyakinan yang dibawanya akan diterima Eropah di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropah disaat ini. Dia adalah manusia teragung yang pernah memijakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamik untuk melaksanakan dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia juga telah merevolusi fikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang.

Dia adalah Muhammad (SAW). Dia lahir di Arab tahun 570 masihi, memulakan misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 dan meninggalkan dunia ini pada usia 63. Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah mengubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari peperangan dan perpecahan antara suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan anarki menjadi kaum yang teratur, dari keruntuhan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal transformasi sebuah masyarakat atau tempat sedasyat ini dan  bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit di atas DUA DEKAD.”

3) Michael H. Hart  (THE 100: A RANKING OF THE MOST INFLUENTIAL PERSONS IN HISTORY, New York, 1978)

“Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang berjaya baik dalam pandangan sekular maupun agama. (hal. 33). Lamartine, seorang sejarawan terkemuka menyatakan bahawa: Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya fasiliti yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi ukuran  kegeniusan seorang manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah moden dengan Muhammad?

Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri. Muhammad bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari itu, ia telah merubah amalan-amalan pemujaan, sesembahan, agama, fikiran, kepercayaan serta jiwa. Kesabarannya dalam kemenangan dan tujuannya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat membangun kekuasaan, sembahyang-sembahyangnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannya dan kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah kematiannya; semuanya membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah kepercayaan.

Kepercayaan yang mengajarkan ketunggalan dan keghaiban (immateriality) Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan Tuhan palsu dengan kekuatan dan mengenalkan Tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan. Seorang ahli falsafah yang juga seorang pemidato, pendakwah, perajurit, ahli hukum, penakluk idea, pegembali kepercayaan-kepercayaan rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, mendirikan 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual.Dialah Muhammad. Dari semua standard bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut bertanya:adakah ada orang yang lebih agung dari dia?”

4) (Lamar tine, HISTOIRE DE LA TURQUIE, Paris, 1854, Vol. II, pp 276-277)

“Dunia telah menyaksikan banyak peribadi-peribadi agung. Namun, dari orang orang tersebut adalah orang yang sukses pada satu atau dua bidang saja. Misalnya agama atau ketenteraan. Hidup dan ajaran orang-orang ini seringkali diselimuti kabut waktu dan zaman. Begitu banyak spekulasi tentang waktu dan tempat lahir mereka, cara dan gaya hidup mereka, sifat dan isi ajaran mereka, serta tingkat dan ukuran kejayaan  mereka sehingga sulit bagi manusia untuk mencontohi ajaran dan hidup tokoh-tokoh ini.

Tetapi tidak begitu bagi orang ini. Muhammad (SAW) telah begitu tinggi menggapai dalam berbagai bidang fikir dan perilaku manusia dalam sebuah episod cemerlang sejarah manusia. Setiap detik dari kehidupan peribadi dan ucapan-ucapannya telah secara tepat didokumentasikan dan dijaga dengan teliti sampai saat ini. Keaslian ajarannya begitu terjaga, tidak saja oleh kerana pembawaan yang dilakukan para pengikut setianya tapi juga oleh para penentangnya. Muhammad adalah seorang agamawan, reformis sosial, teladan moral, administrator massa, sahabat setia, teman yang menyenangkan, suami yang penuh kasih dan seorang ayah yang penyayang – semua menjadi satu. Tiada lagi manusia dalam sejarah melebihi atau bahkan menyamainya dalam setiap aspek kehidupan tersebut – hanya dengan keperibadian seperti dialah keagungan seperti ini dapat diraih.”

5) K. S. RAMAKRISHNA RAO, Professor Philosophy ‘Muhammad, The Prophet of Islam’

“Keperibadian Muhammad,sangat sulit untuk menggambarkannya dengan tepat. Saya pun hanya boleh menangkap sekilas saja: betapa ia adalah lukisan yang indah. Anda boleh lihat Muhammad seorang Nabi, Muhammad seorang pejuang, Muhammad seorang peniaga, Muhammad seorang negarawan, Muhammad seorang pendakwah ulung, Muhammad seorang pembaharu, Muhammad seorang pelindung anak yatim piatu, Muhammad seorang pelindung hamba sahaya, Muhammad seorang pembela hak wanita, Muhammad seorang hakim, Muhamad seorang pemimpin agama.

Dalam setiap perananya tadi, dia adalah seorang pahlawan. Di saat ini, 14 abad kemudian, kehidupan dan ajaran Muhammad tetap selamat, tiada yang hilang atau berubah sedikit pun. Ajaran yang menawarkan harapan abadi tentang ubat atas segala penyakit kemanusiaan yang ada dan telah ada sejak masa hidupnya. Ini bukanlah setakat dakwaan seorang pengikutnya tapi juga sebuah simpulan yang tidak dapat dinafikan dari sebuah analisis sejarah yang kritis dan tidak berat sebelah.”

6) Prof. (Snouck) Hurgronje

“Liga bangsa-bangsa yang didirikan Nabi umat Islam telah meletakkan dasar-dasar persatuan antarabangsa dan persaudaraan manusia di atas bersifat yang universal yang menerangi bangsa lain. Buktinya, sampai saat ini tiada satu bangsa pun di dunia yang mampu menyamai Islam dalam pencapaiannya mewujudkan idea persatuan bangsa-bangsa. Dunia telah banyak mengenal konsep ketuhanan, telah banyak individu yang hidup dan misinya lenyap menjadi legenda. Sejarah menunjukkan tiada satu pun legenda ini yang menyamai bahkan sebahagian dari apa yang Muhammad capai.

Seluruh jiwa raganya ia curahkan untuk satu tujuan: menyatukan manusia dalam pengabdian kapada Tuhan dalam aturan-aturan ketinggian moral. Muhammad atau pengikutnya tidak pernah dalam sejarah menyatakan bahawa ia adalah putera Tuhan atau kelahiran semula Tuhan atau seorang jelmaan Tuhan dia selalu sejak dahulu sampai saat ini menganggap dirinya dan dianggap oleh pengikutnya hanyalah sebagai seorang pesuruh yang dipilih Tuhan”.

7) Thomas Carlyle: ‘HEROES AND HEROWORSHIP’

“(Betapa menakjubkan) seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomad menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling bertamadun hanya dalam waktu kurang dari dua dekad.Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat yang diselimutkan kepada orang ini (Muhammad) hanyalah memalukan diri kita sendiri. Sesosok jiwa besar yang tenang, seorang yang mahu tidak mahu harus dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah perintah Sang Pencipta Dunia”.

8) Edward Gibbon dan Simon Ockley ‘Speaking on the profession of ISLAM’

“Saya percaya bahawa Tuhan adalah tunggal dan Muhammad adalah pesuruh-Nya adalah pengakuan kebenaran Islam yang simple dan seragam. Tuhan tidak pernah dihinakan dengan pujaan-pujaan kemakhlukan; penghormatan terhadap Nabi tidak pernah berubah menjadi pemujaan berlebihan; dan prinsip-prinsip hidupnya telah memberinya penghormatan dari pengikutnya dalam batas-batas akal dan agama”

9) (HISTORY OF THE SARACEN EMPIRES, London, 1870, p. 54).

Muhammad tidak lebih dari seorang manusia biasa. Tetapi ia adalah manusia dengan tugas mulia untuk menyatukan manusia dalam pengabdian terhadap satu dan hanya satu Tuhan serta untuk mengajarkan hidup yang jujur dan lurus sesuai perintah Tuhan. Dia selalu menggambarkan dirinya sebagai hamba dan pesuruh Tuhan dan demikianlah juga setiap tindakannya.”

10) SAROJINI NAIDU, penyair terkenal India (S. Naidu, IDEALS OF ISLAM, vide Speeches & Writings, Madras, 1918, p. 169):

“Inilah agama pertama yang mengajarkan dan mempraktikkan demokrasi.Di setiap masjid, ketika azan berkumandang dan jemaah telah berkumpul, demokrasi dalam Islam terwujud lima kali sehari ketika seorang hamba dan seorang raja berlutut berdampingan dan mengakui: Allah Maha Besar.Saya terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan Islam yang secara naluri membuat manusia menjadi bersaudara.”

Jika tokoh bukan Islam pun meletakkan kekaguman yang sangat tinggi kepada Penyampai Risalah Agung kita,Nabi Muhammad SAW,bagaimana mungkin mahasiswa Islam di UNIMAS ini langsung tidak mempunyai perasaan sayang apatah lagi rindu dan cinta kepada Baginda SAW ?Ayuh,kita mulakan azam baru,untuk terus berkenalan dan memahami perjuangan Baginda yang tercinta.Hal yang demikian akan membuatkan kita lebih bersemangat untuk mencontohi sunnah dan akhlak Baginda.

Dalam kesempatan ini,DAMAI UNIMAS menyeru seluruh mahasiswa UNIMAS untuk menghayati khutbah terakhir Nabi Muhammad SAW.

Khutbah ini disampaikan pada 9hb Zulhijjah

,Tahun 10 Hijriah di Lembah Uranah, Gunung Arafah

“Wahai manusia, dengarlah baik-baik apa yang hendak kukatakan, Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Oleh itu dengarlah dengan telti kata-kataku ini dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak dapat hadir disini pada hari ini.

Wahai manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini dan Kota ini sebagai suci, maka anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai amanah suci.Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak.Janganlah kamu sakiti sesiapapun agar orang lain tidak menyakiti kami lagi. Ingatlah bahawa sesungguhnya, kamu akan menemui Tuhan kamu dan Dia pasti membuat perhitungan diatas segala amalan kamu. Allah telah mengharamkan riba, oleh itu segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan sekarang.

Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikuti dalam perkara-perkara kecil.

Wahai Manusia,Sebagaimana kamu mempunyai hak atas isteri kamu mereka juga mempunyai hak di atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka keatas kamu, maka mereka, juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam Susana kasih sayang. Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah-lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai kedalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.

Wahai Manusia, dengarlah bersungguh-sungguh kata-kataku ini, sembahlah Allah, dirikanlah sembahyang lima kali sehari, berpuasalah di bulan Ramadhan, dan tunaikankanlah zakat dari harta kekayaan kamu. Kerjakanlah Ibadah Haji sekiranya kamu mampu. Ketahui bahawa setiap Muslim adalah saudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama; tidak seorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam Taqwa dan beramal saleh.

Ingatlah, bahawa, kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggung jawabkan diatas segala apa yang telah kamu kerjakan. Oleh itu Awasilah agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaaku.

Wahai Manusia, tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan ada lain agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu. Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, necaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah ALQURAN dan SUNNAHKU.

Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku, menyampaikan pula kepada orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang terus mendengar dariku. Saksikanlah Ya Allah, bahawasanya telah aku sampaikan risalahMu kepada hamba-hambaMU”.

PEMIKIR Trg berharap agar kita sama-sama dapat mengambil iktibar dan bersedia untuk menggalas amanah untuk memenuhi wasiat terakhir Nabi Muhammad SAW ini.

Salam Perjuangan

Muhammad Mus’ab Muzahar

Naib Presiden-Tarbiyyah Pembangunan Sumber Manusia

Pertubuhan Alumni Pemimpin Kanan Pelajar Menengah Terengganu

One response to “Maulidur Rasul dan Pandangan Tokoh Cendekiawan Bukan Islam Terhadap Muhammad bin Abdullah SAW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s